Pengaturan IP-Address pada super jaringan (supernet) ada prosedurnya tersendiri, yaitu sebagai berikut :
Prosedur Supernetting
1. Pada Supernet bit Host yang bernilai nol semua berfungsi sebagai
Supernet Address, bit Host yang bernilai satu semua berfungsi sebagai
Broadcast Address.
2. Pada proses netmasking, IP-Address untuk Supernet-mask ditentukan
dengan mengganti semua bit Network dengan bit 1, dan mengganti semua
bit Host (termasuk bit Host yang dipinjam dari bit Network) dengan bit
0. Contohnya pembentukan supernet dari gabungan 4 buah jaringan Kelas-C
dengan meminjam 2 bit Network, maka komposisi bit 1 dan bit 0 pada
proses netmasking :
Sebelum Subnetting : 110nnnnn.nnnnnnnn. nnnnnnnn.hhhhhhhh
Proses netmasking : 11111111 . 11111111 . 11111111. 00000000
Subnet-mask Kls-C : 255 . 255 . 255 . 0
Setelah Supernetting : 110nnnnn.nnnnnnnn. nnnnnnHH.hhhhhhhh
Proses netmasking : 11111111.11111111.11111100.00000000
Supernet-mask : 255 . 255 . 252 . 0
Untuk menghitung nilai desimal dari Subnet pada proses netmasking di atas, digunakan tabel konversi Biner (Tabel IX.1).
Contoh soal :
Enam buah jaringan Kelas-C dengan Nomor Network 192.168.32, 192.168.33,
192.168.34, 192.168.35, 192.168.36 dan 192.168.37, yang masing-masing
memiliki 254 Host, akan digabungkan membentuk suatu Supernet.
a. Tentukan penambahan bit Host yang dibutuhkan, dan Supernet Mask dari gabungan jaringan tersebut !
b. Tentukan jumlah Host maksimum yang bisa ditampung oleh Supernet tersebut !
c. Tentukan Supernet ID (Address), Host Range dan Supernet Broadcast untuk Supernet tersebut !
Jawab :
a. Jumlah bit Host yang dibutuhkan untuk menggabungkan 6 buah jaringan :
- untuk 2 bit dapat menggabungkan maksimum 4 jaringan ( 22 = 4 ).
- untuk 3 bit dapat menggabungkan maksimum 8 jaringan ( 23 = 8 ).
Jadi jumlah bit Host tambahan yang diperlukan adalah 3 bit.
Sebelum Supernetting : 110nnnnn.nnnnnnnn. nnnnnnnn.hhhhhhhh
Setelah Supernetting : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnHHH.hhhhhhhh
Proses netmasking : 11111111 . 11111111 . 11111000 . 00000000
Supernet-mask : 255 . 255 . 248 . 0
b. Untuk Supernet dari kelas C dengan penambahan 3 bit Host, maka :
jumlah Host maksimum yang bisa ditampung adalah :
2(8+n) - 2 = 2(8+3) - 2 = 2048-2 = 2046 Host.
c. Supernet ID (Address), Host Range dan Subnet Broadcast untuk gabungan jaringan tersebut, adalah :
Supernet Address : 192 . 168. 8 . 0
(alternatif lain : 192.168.16.0; 192.168.24.0; 192.168....0;...; 192.168.248.0 )
Broadcast Add: 192.168.15.255
Catatan : Yang dibentuk hanya sebuah Supernet.
Supernetmask : 255 . 255 . 248 . 0
Supernet ID: 192.168.8.0
192.168.8.1
.
.
.
192.168.15.254
Broadcast 192.168.15.255
H o s t Range : 192 . 168. 8. 1 - 192 . 168. 8 . 255 = 255
192 . 168. 9. 0 - 192 . 168. 9 . 255 = 256
192 . 168. 10. 0 - 192 . 168. 10 . 255 = 256
192 . 168. 11. 0 - 192 . 168. 11 . 255 = 256
192 . 168. 12. 0 - 192 . 168. 12 . 255 = 256
192 . 168. 13. 0 - 192 . 168. 13 . 244 = 245 +
1524 host
Catatan: agar jumlah host bisa pas dipenuhi, maka bit yg terakhir bisa diubah-ubah sehingga menjadi pas...
Supernet Broadcast : 192 . 168. 15 . 255
Host-range yang tersedia : 2046 IP-Address.
Host-range digunakan hanya : 6 x 254 = 1524 IP-Address.
Hasil dari proses Supernetting ini mengubah komposisi antara bit Network
dengan bit Host, dengan demikian hal ini akan mempengaruhi nilai
Network Address, Broadcast Address dan Subnetmask Jaringan.
Sebagai contoh untuk kasus di atas :
Host dengan IP-Address 192.168.12.81/21 adalah Host yang terdapat pada
baris ke 5 dari supernet yang terbentuk. Network Address = 192.168.8.0
;
Broadcast Address = 192.168.15.255 ;
Subnetmask Jaringan = 255.255.248.0
Hal ini bisa juga diperoleh melalui perhitungan sbb. :
Masking 21 bit untuk kelas-C : 192.168.12.81/21
IP-Address
192 168 12 81
1100000 10101000 00001100 0 1010001
Supernet Mask
255 255 248 0
11111111 11111111 11111000 00000000
Network Address
192 168 8 0
1100000 10101000 00001000 00000000
Broadcast Address
192 168 15 255
1100000 10101000 00001111 11111111
Gambar : Perhitungan Supernet Mask.
Contoh perhitungan Supernet Mask untuk IP-Address lainnya :
Masking 13 bit untuk kelas-B : 144.132.28.49/13
IP-Address
144 132 28 49
10010000 10000100 00011100 0 0110001
Supernet Mask
255 248 0 0
11111111 11111000 00000000 00000000
Network Address
144 128 0 0
10010000 10000000 00000000 00000000
Broadcast Address
144 135 255 255
10010000 10000111 11111111 11111111
Masking 20 bit untuk kelas-C : 203.172. 45.112/20
IP-Address
203 172 45 112
10001011 10101100 00101101 0 1110000
Supernet Mask
255 255 240 0
11111111 11111111 11110000 00000000
Network Address
203 172 32 0
10001011 10101100 00100000 00000000
Broadcast Address
203 172 47 255
10001011 10101100 00101111 11111111
Gambar : Perhitungan Supernet Mask untuk kelas-B dan kelas-C
Tampilkan postingan dengan label IT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IT. Tampilkan semua postingan
Rabu, 28 November 2012
Kamis, 09 Juni 2011
kasus normalisasi
CONTOH KASUS NORMALISASI
- 1. STUDI KASUS TOKO ABC
No. Faktur :
Tanggal :
Kepada :
| No. | Nama | Jumlah | Harga | Total |
| Total Bayar | ||||
| Diskon | ||||
| Jumlah Bayar | ||||
2. Data Dictionary
- No.Faktur - Jumlah - Diskon
- Tanggal - Harga - Jumlah Bayar
- Kepada - Total
- Nama - Total bayar
3. Tahap Normalisasi
TAHAP-TAHAP NORMALISASI DATA
Mendasar pada faktur yang tertera di atas, maka gambaran database yang belum ternormalisasi adalah sebagai berikut :- Tabel yang memiliki field dengan banyak data / tidak tungga
| No_Faktur | Tanggal | Nama_pelanggan | Daftar_Belanja |
| 05070101 | 29/05/07 | Pitoyo | Bedak, Beras, Minyak Tanah, Buku |
| 05070102 | 29/05/07 | Bowo | Baby Oil, Garam, Gula, Pensil |
| 05070103 | 30/05/07 | Erlina | Sikat gigi, Sabun, Odol, Sampo |
| 06070001 | 01/06/07 | Dayat | Beras |
2. Tabel dengan field yang mengalami repeating groups
| No_Faktur | Tanggal | Nama_pelanggan | Belanja1 | Harga1 | Belanja2 | Harga2 | Belanja3 | Harga3 | Belanja4 | Harga4 |
| 05070101 | 29/05/07 | Pitoyo | Bedak | 1500 | Beras | 10000 | Minyak Tanah | 3500 | Buku | 2000 |
| 05070102 | 29/05/07 | Bowo | Baby Oil | 5600 | Garam | 2500 | Gula | 4000 | Pensil | 1500 |
| 05070103 | 30/05/07 | Erlina | Sikat gigi | 12000 | Sabun | 2500 | Odol | 13000 | Sampo | 16000 |
| 06070001 | 01/06/07 | Dayat | Beras | 25000 |
First Normal form (1-NF)
Implementasi 1-NF dari table data yang belum ternormalisasi di atas adalah dengan cara mengeliminasi keberadaan repeating groups dan dekomposisi relasi menjadi dua atau lebih dengan syarat “tidak boleh ada informasi yang hilang karena proses dekomposisi”
Adapun caranya adalah :
1. Membuat 3 tabel yang memiliki fungsi sebagai berikut :
- TBFaktur, berfungsi untuk menyediakan atribut-atribut yang bersifat atomic dari tiap nomor faktur (ID_Faktur), seperti : Tanggal, Nama_Pelanggan, Total_Bayar, Diskon dan Nama_Petugas
- TBProduk, berfungsi untuk menyediakan atribut-atribut yang berulang atau tidak bernilai tunggal pada tiap nomor faktur (ID_Faktur), seperti : Nama_Barang dan harga
- TBTransaksiDetail, berfungsi sebagai penghubung antara nomor faktur (ID_Faktur) dengan kode barang (ID_Barang) agar proses dekomposisi tidak menyebabkan kerusakan informasi.
- Menentukan type data dari tiap atribut dan membuat digram relasional sebagai berikut
| Id_Transaksi | Id_Faktur | Id_Barang | Harga | Jumlah |
| 01 | 05070101 | A01 | 1.500 | 1 |
| 01 | 05070101 | A02 | 10.000 | 1 |
| 01 | 05070101 | S02 | 3.500 | 1 |
| 01 | 05070101 | B01 | 2.000 | 1 |
| 02 | 05070102 | S01 | 5.600 | 1 |
| 02 | 05070102 | S03 | 2.500 | 1 |
| 02 | 05070102 | B02 | 4.000 | 1 |
| 02 | 05070102 | B03 | 1.500 | 1 |
| 03 | 05070103 | C01 | 12.000 | 1 |
| 03 | 05070103 | C02 | 2.500 | 1 |
| 03 | 05070103 | C03 | 13.000 | 1 |
| 03 | 05070103 | D02 | 16.000 | 1 |
| 04 | 06070001 | D03 | 25.000 | 1 |
Tabel Produk
| Id_Barang | Nama_Barang | Harga_default |
| A01 | Bedak | 1.500 |
| A02 | Beras | 10.000 |
| S01 | Baby Oil | 5.600 |
| S02 | Minyak tanah | 3.500 |
| S03 | Garam | 2.500 |
| B01 | Buku | 2.000 |
| B02 | Gula | 4.000 |
| B03 | Pensil | 1.500 |
| C01 | Sikat Gigi | 12.000 |
| C02 | Sabun | 2.500 |
| C03 | Odol | 13.000 |
| D02 | Sampo | 16.000 |
| D03 | Beras01 | 25.000 |
Table Faktur
| Id_faktur | Tanggal | Id_Pelanggan | Nama_Pelanggan | Total_Bayar | Diskon | Id_Petugas | Nama_Petugas |
| 05070101 | 29/05/07 | P01 | Pitoyo | 20.600 | 0% | K01 | Didin |
| 05070102 | 29/05/07 | B01 | Bowo | 11.000 | 0% | J01 | Rina |
| 05070103 | 30/05/07 | E01 | Erlina | 41.500 | 0% | L02 | Rudi |
| 06070001 | 01/06/07 | D01 | Dayat | 25.000 | 0% | X02 | Amelia |
3. Pada table TBTransaksiDetail terdapat atribut “Harga”yang berfungsi untuk menyimpan harga per transaksi, sedangkan atribut “Harga_Default” yang terdapat pada table TBProduk adalah atribut yang berfungsi untuk menyimpan harga barang terbaru dari tiap jenis barang.Hal ini berguna untuk mengantisipasi adanya perubahan harga barang dari waktu ke waktu.
4. Primary key yang digunakan pada TBTransaksiDetail adalah “ID_Transaksi”. Atribut kunci tersebut merupakan candidate key yang dibentuk dari superkey hasil penggabungan 2 atribut yaitu : ID_Faktur dan ID_Barang
Second Normal form (2-NF)
Suatu relasi berada dalam 2nd normal form jika dan hanya jika :
<–>Berada dalam bentuk first normal form (1-NF)
<–>Semua atribut bukan kunci memiliki dependensi sepenuhnya dengan kunci primer (Primary Key)
Jika ditelaah kembali relasi bentuk 1-NF yang telah dibuat sebelumnya, maka atribut bukan kunci pada table TBFaktur yang tidak memiliki dependensi sepenuhnya dengan primary key (ID_Faktur), yaitu : “Nama_Petugas”.
Oleh sebab itu dekomposisi relasi perlu dilakukan kembali dengan cara :
- Mengeliminasi atribut “Nama_Petugas” dari table TBFaktur
- Membuat tabel TBPetugas, menyediakan atribut-atribut yang terkait dengan identitas dan data pelanggan
| Id_Faktur | Id_Barang | Harga | Jumlah |
| 05070101 | A01 | 1.500 | 1 |
| 05070101 | A02 | 10.000 | 1 |
| 05070101 | S02 | 3.500 | 1 |
| 05070101 | B01 | 2.000 | 1 |
| 05070102 | S01 | 5.600 | 1 |
| 05070102 | S03 | 2.500 | 1 |
| 05070102 | B02 | 4.000 | 1 |
| 05070102 | B03 | 1.500 | 1 |
| 05070103 | C01 | 12.000 | 1 |
| 05070103 | C02 | 2.500 | 1 |
| 05070103 | C03 | 13.000 | 1 |
| 05070103 | D02 | 16.000 | 1 |
| 06070001 | D03 | 25.000 | 1 |
Table Faktur
| Id_faktur | Id_pelanggan | Nama_pelanggan | Id_petugas | tanggal | Total_bayar | Diskon |
| 05070101 | P01 | Pitoyo | K01 | 29/05/07 | 20.600 | 0% |
| 05070102 | B01 | Bowo | J01 | 29/05/07 | 11.000 | 0% |
| 05070103 | E01 | Erlina | L02 | 30/05/07 | 41.500 | 0% |
| 06070001 | D01 | Dayat | X02 | 01/06/07 | 25.000 | 0% |
Table Petugas
| Id_petugas | Nama_petugas | Alamat | Telp |
| K01 | Didin | Jl.aceh 12bandung | 0853335555 |
| L02 | Rudi | Jl.Kiircon 23bandung | 0816334466 |
| J01 | Rina | Jl.Buah batu 04 bandung | 022778652 |
| X02 | Amelia | Jl.Jakarta 45bandung | 022998776 |
Tabel Produk
| Id_Barang | Nama_Barang | Harga_default |
| A01 | Bedak | 1.500 |
| A02 | Beras | 10.000 |
| S01 | Baby Oil | 5.600 |
| S02 | Minyak tanah | 3.500 |
| S03 | Garam | 2.500 |
| B01 | Buku | 2.000 |
| B02 | Gula | 4.000 |
| B03 | Pensil | 1.500 |
| C01 | Sikat Gigi | 12.000 |
| C02 | Sabun | 2.500 |
| C03 | Odol | 13.000 |
| D02 | Sampo | 16.000 |
| D03 | Beras01 | 25.000 |
Third Normal form (3-NF)
Pada Second Normal Form (2-NF) atribut yang terkait dengan “Nama_Pelanggan” tidak didekomposisi dari table TBFaktur karena atribut tersebut masih memiliki dependensi fungsional dengan primary key (ID_Faktur) karena tiap nomor faktur akan berbeda untuk tiap pembeli/pelanggan.
Tetapi pada tahap 3-NF (Third Normal Form), atribut “Nama_Pelanggan” harus didekomposisi relasi karena pada tahap ini atribut bukan kunci tidak boleh ada yang berdependensi transitif dengan kunci primer.
Atribut “Nama_Pelanggan” dikatakan berdependensi transitif terhadap primary key (ID_Faktur) karena :
- ID_Pelanggan Nama_Pelanggan (Nama_Pelanggan berdependensi fungsional terhadap ID_Pelanggan)
- ID_Faktur ID_Pelanggan (ID_Pelanggan berdependensi fungsional terhadap ID_Faktur, karena tiap nomor faktur akan dikeluarkan untuk suatu ID_Pelanggan tertentu)
- Sehingga dikatakan bahwa ID_Faktur memiliki dependensi transitif terhadap atribut Nama_Pelanggan
Tabel Transaksi Detail
| Id_Faktur | Id_Barang | Harga | Jumlah |
| 05070101 | A01 | 1.500 | 1 |
| 05070101 | A02 | 10.000 | 1 |
| 05070101 | S02 | 3.500 | 1 |
| 05070101 | B01 | 2.000 | 1 |
| 05070102 | S01 | 5.600 | 1 |
| 05070102 | S03 | 2.500 | 1 |
| 05070102 | B02 | 4.000 | 1 |
| 05070102 | B03 | 1.500 | 1 |
| 05070103 | C01 | 12.000 | 1 |
| 05070103 | C02 | 2.500 | 1 |
| 05070103 | C03 | 13.000 | 1 |
| 05070103 | D02 | 16.000 | 1 |
| 06070001 | D03 | 25.000 | 1 |
Table Faktur
| Id_faktur | Id_pelanggan | Id_petugas | tanggal | Total_bayar | Diskon |
| 05070101 | P01 | K01 | 29/05/07 | 20.600 | 0% |
| 05070102 | B01 | J01 | 29/05/07 | 11.000 | 0% |
| 05070103 | E01 | L02 | 30/05/07 | 41.500 | 0% |
| 06070001 | D01 | X02 | 01/06/07 | 25.000 | 0% |
Table petugas
| Id_petugas | Nama_petugas | Alamat | Telp |
| K01 | Didin | Jl.aceh 12bandung | 0853335555 |
| L02 | Rudi | Jl.Kiircon 23bandung | 0816334466 |
| J01 | Rina | Jl.Buah batu 04 bandung | 022778652 |
| X02 | Amelia | Jl.Jakarta 45bandung | 022998776 |
Tabel produk
| Id_Barang | Nama_Barang | Harga_default |
| A01 | Bedak | 1.500 |
| A02 | Beras | 10.000 |
| S01 | Baby Oil | 5.600 |
| S02 | Minyak tanah | 3.500 |
| S03 | Garam | 2.500 |
| B01 | Buku | 2.000 |
| B02 | Gula | 4.000 |
| B03 | Pensil | 1.500 |
| C01 | Sikat Gigi | 12.000 |
| C02 | Sabun | 2.500 |
| C03 | Odol | 13.000 |
| D02 | Sampo | 16.000 |
| D03 | Beras01 | 25.000 |
Tabel pelanggan
| Id_pelanggan | Nama_pelanggan | Alamat | Telp |
| P01 | Pitoyo | Jl.Cibiru 12bandung | 0852222702382 |
| B01 | Bowo | Jl.Ciwastra 02bandung | 081395210395 |
| E01 | Erlina | Jl.Stasiun lama kircon 03bandung | 085722028127 |
| D01 | Dayat | Jl.suci 24bandung | 02233445 |
- 2. STUDI KASUS NORMALISASI PENJUALAN BARANG PT. ALAMANDA
Membuat Bentuk Tidak Ternormalisasi
Bentuk tidak ternormalisasi dari kasus mengenai faktur penjualan barang, adalah sebagai berikut:
| Nomor Faktur | Kode Pelanggan | Nama Pelanggan | Nama Barang | Kode Barang | Tanggal | Pelunasan | Jml | Harga | Total | Total Faktur |
| F101 | P002 | Ir. Anjani | B001 B002 | Kulkas JVC TV Sony | 06/10/07 | 20/10/07 | 3 5 | 1.500.000 1.000.000 | 4.500.000 5.000.000 | 9.500.000 |
| F106 | P004 | Ir. Adi Susanto | B001 B004 | Kulkas JVC TV Sharp | 08/10/07 | 22/10/07 | 4 5 | 1.500.000 800.000 | 6.000.000 4.000.000 | 10.000.000 |
Yaitu suatu tabel dikatakan dalam bentuk normal pertama hanya jika setiap kolom bernilai tunggal untuk setiap baris (Abdul kadir, 2003).
Bentuk normal pertama mempunyai cirri bahwa setiap data dibentuk dalam flat tabel (tabel datar/rata). Data dibentuk dalam satu record demi satu record dan nilai dari field-field.
Bentuk Normal Pertama dari kasus mengenai faktur penjualan barang, adalah sebagai berikut :
| Nomor Faktur | Kode Pelanggan | Nama Pelanggan | Nama Barang | Kode Barang | Tanggal | Pelunasan | Jml | Harga | Total | Total Faktur |
| F101 | P002 | Ir. Anjani | B001 | Kulkas JVC | 06/10/07 | 20/10/07 | 3 | 1.500.000 | 4.500.000 | 9.500.000 |
| F101 | P002 | Ir. Anjani | B002 | TV Sony | 06/10/07 | 20/10/07 | 5 | 1.000.000 | 4.500.000 | 9.500.000 |
| F106 | P004 | Ir. Adi Susanto | B001 | Kulkas JVC | 08/10/07 | 22/10/07 | 4 | 1.500.000 | 5.000.000 | 10.000.000 |
| F106 | P004 | Ir. Adi Susanto | B004 | TV Sharp | 08/10/07 | 22/10/07 | 5 | 800.000 | 4.000.000 | 10.000.000 |
Bentuk Normal Kedua
Suatu tabel berada dalam bentuk normal kedua jika :
- Tabel berada dalam bentuk normal pertama
- Semua kolom bukan-kunci-primer tergantung sepenuhnya terhadap kunci primer.
Bentuk Normal Kedua dari kasus mengenai faktur penjualan barang, adalah sebagai berikut :
Tabel Barang
| Kode_Barang(*) | Nama_Barang |
| B001 | Kulkas JVC |
| B002 | TV Sony |
| B004 | TV Sharp |
| Kode_Pelaggan(*) | Nama_Pelanggan |
| P002 | Ir. Anjani |
| P004 | Ir. Adi Sumanto |
| Nomor Faktur(*) | Kode Pelanggan(**) | Tanggal | Pelunasan | Jml | Harga | Total Faktur |
| F101 | P001 | 06/10/07 | 20/10/07 | 3 | 1.500.000 | 9.500.000 |
| F101 | P001 | 06/10/07 | 20/10/07 | 5 | 1.000.000 | 9.500.000 |
| F106 | P004 | 08/10/07 | 22/10/07 | 4 | 1.500.000 | 10.000.000 |
| F106 | P004 | 08/10/07 | 22/10/07 | 5 | 800.000 | 10.000.000 |
*: kunci Primer dari tabel
**:kunci tamu/foreign key
Bentuk Normal Ketiga
Suatu tabel dikatakan dalam bentuk normal ketiga, apabila :
ü Berada dalam bentuk normal kedua,
ü Setiap kolom bukan kunci primer yang tidak memiliki ketergantungan secara transitif terhadap kunci primer
Bentuk Normal Ketiga dari kasus mengenai faktur penjualan barang, adalah sebagai berikut :
Tabel Barang
| Kode_Barang(*) | Nama_Barang |
| B001 | Kulkas JVC |
| B002 | TV Sony |
| B004 | TV Sharp |
| Kode_Pelaggan(*) | Nama_Pelanggan |
| P002 | Ir. Anjani |
| P004 | Ir. Adi Sumanto |
| Nomor Faktur(*) | Kode Pelanggan(**) | Tanggal | Pelunasan | Total Faktur |
| F101 | P001 | 06/10/07 | 20/10/07 | 9.500.000 |
| F101 | P001 | 06/10/07 | 20/10/07 | 9.500.000 |
| F106 | P004 | 08/10/07 | 22/10/07 | 10.000.000 |
| F106 | P004 | 08/10/07 | 22/10/07 | 10.000.000 |
| Nomor Faktur(*) | Kode Barang(**) | Jml | Harga |
| F101 | B001 | 3 | 1.500.000 |
| F101 | B002 | 5 | 1.000.000 |
| F106 | B001 | 4 | 1.500.000 |
| F106 | B004 | 5 | 800.000 |
Keterangan :
*:kunci Primer dari tabel
**:kunci tamu/foreign keyilmu92.blogspot.com
Jumat, 15 April 2011
contoh konversi C++ to JAVA
akhir-akhir ini sering sekali ketika praktikum kita menggunakan program jeliot. nah kita juga masih awam bagaimana cara konversi program c++ ke jeliot??
secara garis besar konversi c++ ke jeliot itu mirip dengan ketika kita pertama kali kita belajar c ++
langkah 1 : kita mulai membuat program dasar seperti program untuk menghitung penjumlahan a dan b
c++ :
int main(){
int a, b, hasil;
cout<<"masukkan nilai a :";
cin>>a;
cout<<"masukkan nilai b";
cin>>b;
hasil = a+b;
cout<<"hasil penjumlahan a dan b adalah "<<hasil;
return o;
}
langkah ke 2 :kita pahami aja perubahan dari bahasa c++ ke java.
misal cout<<"masukkan nilai a :"; menjadi System.out.print("masukkan nilai a :");
cin>>a; menjadi a=Input.readInt();
setelah itu kita rubah saja semua program diatas dengan konversi javanya
int a, b, hasil;
System.out.print("masukkan nilai a :");
a=Input.readInt();
System.out.print("masukkan nilai b :");
b=Input.readInt();
hasil = a+b;
System.out.println(hasil);
langkah ke 3 :
dari program diatas kita coba kembangkan ke fungsi-fungsi.
mungkin ini sekilas sharing yang bisa saya tulis.. selamat mencoba
secara garis besar konversi c++ ke jeliot itu mirip dengan ketika kita pertama kali kita belajar c ++
langkah 1 : kita mulai membuat program dasar seperti program untuk menghitung penjumlahan a dan b
c++ :
int main(){
int a, b, hasil;
cout<<"masukkan nilai a :";
cin>>a;
cout<<"masukkan nilai b";
cin>>b;
hasil = a+b;
cout<<"hasil penjumlahan a dan b adalah "<<hasil;
return o;
}
langkah ke 2 :kita pahami aja perubahan dari bahasa c++ ke java.
misal cout<<"masukkan nilai a :"; menjadi System.out.print("masukkan nilai a :");
cin>>a; menjadi a=Input.readInt();
setelah itu kita rubah saja semua program diatas dengan konversi javanya
int a, b, hasil;
System.out.print("masukkan nilai a :");
a=Input.readInt();
System.out.print("masukkan nilai b :");
b=Input.readInt();
hasil = a+b;
System.out.println(hasil);
langkah ke 3 :
dari program diatas kita coba kembangkan ke fungsi-fungsi.
mungkin ini sekilas sharing yang bisa saya tulis.. selamat mencoba
WIFI dengan modem (windows 7)
Anda hobi kumpul bareng teman-teman Anda di kafe untuk akses Wi-Fi gratis? Kalau di rumah Anda punya jaringan internet kabel atau kalaupun Anda punya modem CDMA / GSM, kenapa tidak miliki Wi-Fi pribadi saja di rumah? Bisa sharing internet dengan keluarga atau teman tanpa perlu memiliki perangkat tambahan. Cukup bermodalkan sistem operasi Windows 7 di komputer ataupun laptop Anda yang sudah dilengkapi dengan Wireless Adapter. Nah, ingin tau caranya? Yuk intip tips berikut ini.
Kalau dulu kita harus punya Wireless router untuk bisa memasang jaringan Wi-Fi, kini Windows 7 saja sudah cukup mumpuni untuk melakukannya. Dengan fitur Microsoft Virtual Wi-Fi Miniport Adapter yang dibundel bersama sistem operasi Windows 7, Anda akan dengan mudahnya membuat jaringan virtual Wi-Fi. Nah, untuk memudahkan settingan membuat Wi-Fi pribadi ini, kita akan menggunakan aplikasi Connectifity.
Connectifity sendiri merupakan aplikasi sederhana yang menggantikan fungsi Wireless router. Dengan aplikasi ini, Anda bisa sharing koneksi internet Anda baik menggunakan jaringan LAN, modem GSM / CDMA atau bahkan jaringan Wi-Fi lainnya. Cukup aktifkan aplikasi Connectifity ini, selanjutnya teman atau kerabat Anda akan dapat konek langsung ke jaringan Wi-Fi Anda seperti terhubung dengan jaringan Wi-Fi pada umumnya. Agar lebih aman, Anda bisa memasang password yang sudah dienkripsi dengan WPA2. Pada saat tulisan ini diterbitkan, aplikasi Connectifity yang akan digunakan berikut adalah Connnectifity versi 2.2.0
Silahkan download terlebih dahulu aplikasi Connectifity di sini.
Selanjutnya kita akan coba menginstal aplikasi Connectifity ini di komputer ataupun laptop Anda yang sudah menggunakan sistem operasi Windows 7. Klik langsung pada aplikasi Connectifity yang sudah kita download tadi, lalu akan muncul Window installer seperti ini. Anda harus mengklik tombol ‘I Agree’ untuk melanjutkan instalasi.
Di bagian ini, Anda boleh centang bagian Install RealPlayer kalau ingin menginstall aplikasi player multimedia tersebut, tapi kalaupun tidak, jangan mencentang bagian itu. Untuk melanjutkan instalasi, klik ‘Install’.
Tunggu beberapa menit untuk menyelesaikan proses instalasi.
Jika muncul notifikasi ‘Would you like to install this device software?’ jangan ragu untuk mengklik ‘Install’.
Klik ‘Finish’ untuk menyelesaikan instalasi Connectifity. Untuk melanjutkan konfigurasi jaringan Wi-Fi pastikan Anda telah mencentang ‘Run Connectifity’ sebelum mengklik ‘Finish’.
Selanjutnya akan muncul jendela Welcome Screen seperti di bawah ini. Jangan lupa untuk mengklik tombol ‘Next’.
Nah, untuk mengkonfigurasi jaringan virtual Wi-Fi Anda, pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengetikkan Network Name atau nama dari jaringan Wi-Fi Anda nantinya. Bagian ini tidak boleh kosong dan harus diisi dengan huruf tidak lebih dari 32 karakter.
Agar jaringan Wi-Fi Anda tidak sembarangan diakses oleh orang yang tidak dikenal, jangan lupa untuk mengisi bagian password, sehingga nantinya jaringan Wi-Fi pribadi Anda ini hanya bisa diakses oleh orang yang sudah Anda beri aksesnya. Dianjurkan password diisi dengan 8 sampai 63 karakter agar tidak mudah ditebak.
Selanjutnya kita akan masuk ke bagian pemilihan Shared Connection. Di bagian ini, Anda bisa memilih apakah jaringan yang ingin Anda share sebagai jaringan virtual Anda asalnya dari LAN, modem GSM / CDMA (di bagian screenshot tidak muncul pilihan, tapi kalau Anda sudah terhubung dengan modem maka akan muncul di sini), atau jaringan Wi-Fi milik orang lain. Kalaupun Anda hanya ingin bermain game LAN, tapi tidak punya jaringan LAN, Anda bisa memilih No Internet Sharing, sehingga Anda tidak share jaringan Wi-Fi melainkan membuat LAN virtual. Rekomendasi pilihan Shared Connection tergantung dari jaringan yang konek dengan komputer ataupun laptop Anda. Sebagai contoh : misalnya Anda terhubung dengan jaringan LAN, maka pilihlah Local Area Connection.
Sedikit tips untuk Anda yang sedang berada di tempat umum seperti kafe, bila Anda hanya boleh konek Wi-Fi dengan batasan 1 login per orang, maka gunakan saja aplikasi ini cukup 1 orang saja yang terkoneksi dengan jaringan Wi-Fi kafe tersebut, lalu share dengan teman-teman Anda menggunakan aplikasi ini.
Bila konfigurasi sudah selesai maka akan muncul seperti ini.
Nantinya akan muncul icon baru di bagian taskbar Anda, silahkan klik kanan pada icon tersebut, pilih Options lalu pilih ‘Always Show A-Hoc Mode’ untuk memunculkan mode Ad-Hoc. kalau sudah akan muncul seperti ini.
Nah, klik satu kali lagi di icon Connectifity, untuk memunculkan jendela status jaringan Wi-Fi pribadi Anda.
Screenshot di bawah ini diambil langsung dari website Connectifity, sebagai keterangan tambahan dari jendela status ini.
Selamat, sekarang Anda sudah bisa punya jaringan virtual Wi-Fi pribadi, jangan lupa untuk sharing dengan keluarga Anda di rumah atau teman-teman Anda ketika berada di luar rumah. Hmm, sungguh menyenangkan bukan memiliki Wi-Fi milik sendiri?
sumber: http://blog.fastncheap.com
sumber: http://blog.fastncheap.com
Langganan:
Postingan (Atom)