gabung

Unique 1:1 Traffic Exchange
Tampilkan postingan dengan label IT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 November 2012

PERHITUNGAN SUPERNET

Pengaturan IP-Address pada super jaringan (supernet) ada prosedurnya tersendiri, yaitu sebagai berikut :
Prosedur Supernetting
1.    Pada Supernet bit Host yang bernilai nol semua berfungsi sebagai Supernet Address,  bit Host yang bernilai satu semua berfungsi sebagai Broadcast Address.
2.    Pada proses netmasking, IP-Address untuk Supernet-mask ditentukan dengan mengganti semua bit Network  dengan bit 1, dan mengganti semua bit Host (termasuk bit Host yang dipinjam dari bit Network) dengan bit 0. Contohnya pembentukan supernet dari gabungan 4 buah jaringan Kelas-C dengan meminjam 2 bit Network, maka komposisi bit 1 dan bit 0 pada proses netmasking :
Sebelum Subnetting  : 110nnnnn.nnnnnnnn. nnnnnnnn.hhhhhhhh
Proses netmasking    : 11111111 . 11111111 . 11111111. 00000000
Subnet-mask  Kls-C :     255        .     255       .     255     .        0
Setelah Supernetting :   110nnnnn.nnnnnnnn. nnnnnnHH.hhhhhhhh
Proses netmasking    :   11111111.11111111.11111100.00000000
Supernet-mask          :       255    .      255    .      252     .        0
Untuk menghitung nilai desimal dari Subnet pada proses netmasking di atas, digunakan tabel konversi Biner (Tabel IX.1).
Contoh soal :
Enam buah jaringan Kelas-C dengan Nomor Network 192.168.32, 192.168.33, 192.168.34, 192.168.35, 192.168.36 dan 192.168.37,  yang masing-masing memiliki 254 Host, akan digabungkan membentuk suatu Supernet.
a.    Tentukan penambahan bit Host yang dibutuhkan, dan Supernet Mask dari gabungan jaringan tersebut !
b.    Tentukan jumlah Host maksimum yang bisa ditampung oleh Supernet tersebut !
c.    Tentukan Supernet ID (Address), Host Range dan Supernet Broadcast  untuk Supernet tersebut !
Jawab :
a.    Jumlah bit Host yang dibutuhkan untuk menggabungkan 6 buah jaringan :
-  untuk 2 bit dapat menggabungkan maksimum 4 jaringan ( 22 = 4 ).
-  untuk 3 bit dapat menggabungkan maksimum 8 jaringan ( 23 = 8 ).
Jadi jumlah bit Host tambahan yang diperlukan adalah 3 bit.
Sebelum Supernetting : 110nnnnn.nnnnnnnn. nnnnnnnn.hhhhhhhh
Setelah Supernetting    : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnHHH.hhhhhhhh
Proses netmasking         : 11111111 . 11111111 . 11111000 . 00000000
Supernet-mask     :       255     .       255     .       248     .        0
b.    Untuk Supernet dari kelas C dengan penambahan 3 bit Host, maka  :
jumlah Host maksimum yang bisa ditampung adalah :
2(8+n)  - 2  =  2(8+3)   - 2  = 2048-2 = 2046 Host.
c.    Supernet ID (Address), Host Range dan Subnet Broadcast  untuk gabungan jaringan tersebut, adalah  :
Supernet Address :  192 . 168. 8 . 0
(alternatif lain : 192.168.16.0; 192.168.24.0; 192.168....0;...; 192.168.248.0 )
Broadcast Add: 192.168.15.255
Catatan :  Yang dibentuk hanya sebuah Supernet.
Supernetmask     :  255 . 255 . 248 . 0
Supernet ID:    192.168.8.0
192.168.8.1
.
.
.
192.168.15.254
Broadcast    192.168.15.255
H o s t   Range         :     192 .  168.  8. 1   -  192 . 168.  8 . 255 = 255
192 . 168.  9. 0   -  192 . 168.  9 . 255 = 256
192 . 168. 10. 0  -  192 . 168. 10 . 255 = 256
192 . 168. 11. 0  -  192 . 168. 11 . 255 = 256
192 . 168. 12. 0  -  192 . 168. 12 . 255 = 256
192 . 168. 13. 0  -  192 . 168. 13 . 244 = 245 +
1524 host
Catatan: agar jumlah host bisa pas dipenuhi, maka bit yg terakhir bisa diubah-ubah sehingga menjadi pas...
Supernet Broadcast  :   192 . 168. 15 . 255
Host-range yang tersedia : 2046 IP-Address.
Host-range digunakan hanya : 6 x 254 = 1524 IP-Address.
Hasil dari proses Supernetting ini mengubah komposisi antara bit Network dengan bit Host, dengan demikian hal ini akan mempengaruhi nilai Network Address, Broadcast Address dan Subnetmask Jaringan.
Sebagai contoh untuk kasus di atas :
Host dengan IP-Address 192.168.12.81/21 adalah Host yang terdapat pada baris ke 5 dari supernet yang terbentuk. Network Address =   192.168.8.0 ;
Broadcast Address = 192.168.15.255 ;
Subnetmask Jaringan =  255.255.248.0
Hal ini bisa juga diperoleh melalui perhitungan sbb. :
Masking 21 bit untuk kelas-C :  192.168.12.81/21
IP-Address
192    168    12    81
1100000    10101000    00001100    0    1010001
Supernet Mask
255    255    248    0
11111111    11111111    11111000    00000000
Network Address
192    168    8    0
1100000    10101000    00001000    00000000
Broadcast Address
192    168    15    255
1100000    10101000    00001111    11111111
Gambar :  Perhitungan Supernet Mask.
Contoh perhitungan Supernet Mask untuk IP-Address lainnya :
Masking 13 bit untuk kelas-B :  144.132.28.49/13
IP-Address
144    132    28    49
10010000    10000100    00011100    0    0110001
Supernet Mask
255    248    0    0
11111111    11111000    00000000    00000000
Network Address
144    128    0    0
10010000    10000000    00000000    00000000
Broadcast Address
144    135    255    255
10010000    10000111    11111111    11111111
Masking 20 bit untuk kelas-C : 203.172. 45.112/20
IP-Address
203    172    45    112
10001011    10101100    00101101    0    1110000
Supernet Mask
255    255    240    0
11111111    11111111    11110000    00000000
Network Address
203    172    32    0
10001011    10101100    00100000    00000000
Broadcast Address
203    172    47    255
10001011    10101100    00101111    11111111
Gambar :  Perhitungan Supernet Mask untuk kelas-B dan kelas-C

Kamis, 09 Juni 2011

kasus normalisasi

CONTOH KASUS NORMALISASI
  1. 1.     STUDI  KASUS TOKO ABC

1.Dokumen

No. Faktur :
Tanggal :
Kepada :
No.
Nama
Jumlah
Harga
Total






Total Bayar


Diskon


Jumlah Bayar

Petugas : …………………………..

2. Data Dictionary

- No.Faktur - Jumlah - Diskon
- Tanggal - Harga - Jumlah Bayar
- Kepada - Total
- Nama - Total bayar

3. Tahap Normalisasi
TAHAP-TAHAP NORMALISASI DATA
Mendasar pada faktur yang tertera di atas, maka gambaran database yang belum ternormalisasi adalah sebagai berikut :
  1. Tabel yang memiliki field dengan banyak data / tidak tungga

No_Faktur
Tanggal
Nama_pelanggan
Daftar_Belanja
05070101
29/05/07
Pitoyo
Bedak, Beras, Minyak Tanah, Buku
05070102
29/05/07
Bowo
Baby Oil, Garam, Gula, Pensil
05070103
30/05/07
Erlina
Sikat gigi, Sabun, Odol, Sampo
06070001
01/06/07
Dayat
Beras

2. Tabel dengan field yang mengalami repeating groups

No_Faktur
Tanggal
Nama_pelanggan
Belanja1
Harga1
Belanja2
Harga2
Belanja3
Harga3
Belanja4
Harga4
05070101
29/05/07
Pitoyo
Bedak
1500
Beras
10000
Minyak Tanah
3500
Buku
2000
05070102
29/05/07
Bowo
Baby Oil
5600
Garam
2500
Gula
4000
Pensil
1500
05070103
30/05/07
Erlina
Sikat gigi
12000
Sabun
2500
Odol
13000
Sampo
16000
06070001
01/06/07
Dayat
Beras
25000







First Normal form (1-NF)
Implementasi 1-NF dari table data yang belum ternormalisasi di atas adalah dengan cara mengeliminasi keberadaan repeating groups dan dekomposisi relasi menjadi dua atau lebih dengan syarat “tidak boleh ada informasi yang hilang karena proses dekomposisi”
Adapun caranya adalah :
1. Membuat 3 tabel yang memiliki fungsi sebagai berikut :
  • TBFaktur, berfungsi untuk menyediakan atribut-atribut yang bersifat atomic dari tiap nomor faktur (ID_Faktur), seperti : Tanggal, Nama_Pelanggan, Total_Bayar, Diskon dan Nama_Petugas
  • TBProduk, berfungsi untuk menyediakan atribut-atribut yang berulang atau tidak bernilai tunggal pada tiap nomor faktur (ID_Faktur), seperti : Nama_Barang dan harga
  • TBTransaksiDetail, berfungsi sebagai penghubung antara nomor faktur (ID_Faktur) dengan kode barang (ID_Barang) agar proses dekomposisi tidak menyebabkan kerusakan informasi.
  1. Menentukan type data dari tiap atribut dan membuat digram relasional sebagai berikut
Tabel Transaksi Detail
Id_Transaksi
Id_Faktur
Id_Barang
Harga
Jumlah
01
05070101
A01 1.500 1
01
05070101
A02 10.000 1
01
05070101
S02 3.500 1
01
05070101
B01 2.000 1
02
05070102
S01 5.600 1
02
05070102
S03 2.500 1
02
05070102
B02 4.000 1
02
05070102
B03 1.500 1
03
05070103
C01 12.000 1
03
05070103
C02 2.500 1
03
05070103
C03 13.000 1
03
05070103
D02 16.000 1
04
06070001
D03 25.000 1

Tabel Produk

Id_Barang
Nama_Barang
Harga_default
A01 Bedak 1.500
A02 Beras 10.000
S01 Baby Oil 5.600
S02 Minyak tanah 3.500
S03 Garam 2.500
B01 Buku 2.000
B02 Gula 4.000
B03 Pensil 1.500
C01 Sikat Gigi 12.000
C02 Sabun 2.500
C03 Odol 13.000
D02 Sampo 16.000
D03 Beras01 25.000

Table Faktur

Id_faktur
Tanggal
Id_Pelanggan
Nama_Pelanggan
Total_Bayar
Diskon
Id_Petugas
Nama_Petugas
05070101
29/05/07
P01 Pitoyo 20.600 0% K01 Didin
05070102
29/05/07
B01 Bowo 11.000 0% J01 Rina
05070103
30/05/07
E01 Erlina 41.500 0% L02 Rudi
06070001
01/06/07
D01 Dayat 25.000 0% X02 Amelia


3. Pada table TBTransaksiDetail terdapat atribut “Harga”yang berfungsi untuk menyimpan harga per transaksi, sedangkan atribut “Harga_Default” yang terdapat pada table TBProduk adalah atribut yang berfungsi untuk menyimpan harga barang terbaru dari tiap jenis barang.Hal ini berguna untuk mengantisipasi adanya perubahan harga barang dari waktu ke waktu.
4. Primary key yang digunakan pada TBTransaksiDetail adalah “ID_Transaksi”. Atribut kunci tersebut merupakan candidate key yang dibentuk dari superkey hasil penggabungan 2 atribut yaitu : ID_Faktur dan ID_Barang
Second Normal form (2-NF)
Suatu relasi berada dalam 2nd normal form jika dan hanya jika :
<–>Berada dalam bentuk first normal form (1-NF)
<–>Semua atribut bukan kunci memiliki dependensi sepenuhnya dengan kunci primer (Primary Key)
Jika ditelaah kembali relasi bentuk 1-NF yang telah dibuat sebelumnya, maka atribut bukan kunci pada table TBFaktur yang tidak memiliki dependensi sepenuhnya dengan primary key (ID_Faktur), yaitu : “Nama_Petugas”.
Oleh sebab itu dekomposisi relasi perlu dilakukan kembali dengan cara :
  1. Mengeliminasi atribut “Nama_Petugas” dari table TBFaktur
  2. Membuat tabel TBPetugas, menyediakan atribut-atribut yang terkait dengan identitas dan data pelanggan
Tabel Transaksi Detail
Id_Faktur
Id_Barang
Harga
Jumlah
05070101
A01 1.500 1
05070101
A02 10.000 1
05070101
S02 3.500 1
05070101
B01 2.000 1
05070102
S01 5.600 1
05070102
S03 2.500 1
05070102
B02 4.000 1
05070102
B03 1.500 1
05070103
C01 12.000 1
05070103
C02 2.500 1
05070103
C03 13.000 1
05070103
D02 16.000 1
06070001
D03 25.000 1


Table Faktur

Id_faktur
Id_pelanggan
Nama_pelanggan
Id_petugas
tanggal
Total_bayar
Diskon
05070101
P01 Pitoyo K01
29/05/07
20.600 0%
05070102
B01 Bowo J01
29/05/07
11.000 0%
05070103
E01 Erlina L02
30/05/07
41.500 0%
06070001
D01 Dayat X02
01/06/07
25.000 0%

Table Petugas
Id_petugas
Nama_petugas
Alamat
Telp
K01 Didin Jl.aceh 12bandung 0853335555
L02 Rudi Jl.Kiircon 23bandung 0816334466
J01 Rina Jl.Buah batu 04 bandung 022778652
X02 Amelia Jl.Jakarta 45bandung 022998776









Tabel Produk

Id_Barang
Nama_Barang
Harga_default
A01 Bedak 1.500
A02 Beras 10.000
S01 Baby Oil 5.600
S02 Minyak tanah 3.500
S03 Garam 2.500
B01 Buku 2.000
B02 Gula 4.000
B03 Pensil 1.500
C01 Sikat Gigi 12.000
C02 Sabun 2.500
C03 Odol 13.000
D02 Sampo 16.000
D03 Beras01 25.000

Third Normal form (3-NF)
Pada Second Normal Form (2-NF) atribut yang terkait dengan “Nama_Pelanggan” tidak didekomposisi dari table TBFaktur karena atribut tersebut masih memiliki dependensi fungsional dengan primary key (ID_Faktur) karena tiap nomor faktur akan berbeda untuk tiap pembeli/pelanggan.
Tetapi pada tahap 3-NF (Third Normal Form), atribut “Nama_Pelanggan” harus didekomposisi relasi karena pada tahap ini atribut bukan kunci tidak boleh ada yang berdependensi transitif dengan kunci primer.
Atribut “Nama_Pelanggan” dikatakan berdependensi transitif terhadap primary key (ID_Faktur) karena :
  1. ID_Pelanggan  Nama_Pelanggan (Nama_Pelanggan berdependensi fungsional terhadap ID_Pelanggan)
  2. ID_Faktur  ID_Pelanggan (ID_Pelanggan berdependensi fungsional terhadap ID_Faktur, karena tiap nomor faktur akan dikeluarkan untuk suatu ID_Pelanggan tertentu)
  3. Sehingga dikatakan bahwa ID_Faktur memiliki dependensi transitif terhadap atribut Nama_Pelanggan
Berdasarkan analisa di atas maka diagram relational hasil penerapan Third Normal Form adalah sebagai berikut :

Tabel Transaksi Detail

Id_Faktur
Id_Barang
Harga
Jumlah
05070101
A01 1.500 1
05070101
A02 10.000 1
05070101
S02 3.500 1
05070101
B01 2.000 1
05070102
S01 5.600 1
05070102
S03 2.500 1
05070102
B02 4.000 1
05070102
B03 1.500 1
05070103
C01 12.000 1
05070103
C02 2.500 1
05070103
C03 13.000 1
05070103
D02 16.000 1
06070001
D03 25.000 1

Table Faktur

Id_faktur
Id_pelanggan
Id_petugas
tanggal
Total_bayar
Diskon
05070101
P01 K01
29/05/07
20.600 0%
05070102
B01 J01
29/05/07
11.000 0%
05070103
E01 L02
30/05/07
41.500 0%
06070001
D01 X02
01/06/07
25.000 0%

















Table petugas
Id_petugas
Nama_petugas
Alamat
Telp
K01 Didin Jl.aceh 12bandung 0853335555
L02 Rudi Jl.Kiircon 23bandung 0816334466
J01 Rina Jl.Buah batu 04 bandung 022778652
X02 Amelia Jl.Jakarta 45bandung 022998776

Tabel produk

Id_Barang
Nama_Barang
Harga_default
A01 Bedak 1.500
A02 Beras 10.000
S01 Baby Oil 5.600
S02 Minyak tanah 3.500
S03 Garam 2.500
B01 Buku 2.000
B02 Gula 4.000
B03 Pensil 1.500
C01 Sikat Gigi 12.000
C02 Sabun 2.500
C03 Odol 13.000
D02 Sampo 16.000
D03 Beras01 25.000

Tabel pelanggan
Id_pelanggan
Nama_pelanggan
Alamat
Telp
P01 Pitoyo Jl.Cibiru 12bandung 0852222702382
B01 Bowo Jl.Ciwastra 02bandung 081395210395
E01 Erlina Jl.Stasiun lama kircon 03bandung 085722028127
D01 Dayat Jl.suci 24bandung 02233445

  1. 2.     STUDI KASUS NORMALISASI  PENJUALAN BARANG PT. ALAMANDA
Data diperoleh dari hasil survey di lapangan pada Faktur Penjualan Barang.



Membuat Bentuk Tidak Ternormalisasi
Bentuk tidak ternormalisasi dari kasus mengenai faktur penjualan barang, adalah sebagai berikut:
Nomor Faktur
Kode Pelanggan
Nama Pelanggan
Nama Barang
Kode Barang
Tanggal
Pelunasan
Jml
Harga
Total
Total Faktur
F101
P002
Ir. Anjani
B001
B002
Kulkas JVC
TV Sony
06/10/07
20/10/07
3
5
1.500.000
1.000.000
4.500.000
5.000.000
9.500.000
F106
P004
Ir. Adi Susanto
B001
B004
Kulkas JVC
TV Sharp
08/10/07
22/10/07
4
5
1.500.000
800.000
6.000.000
4.000.000
10.000.000
Bentuk Normal Pertama
Yaitu suatu tabel dikatakan dalam bentuk normal pertama hanya jika setiap kolom bernilai tunggal untuk setiap baris (Abdul kadir, 2003).
Bentuk normal pertama mempunyai cirri bahwa setiap data dibentuk dalam flat tabel (tabel datar/rata). Data dibentuk dalam satu record demi satu record dan nilai dari field-field.
Bentuk Normal Pertama dari kasus mengenai faktur penjualan barang, adalah sebagai berikut :
Nomor Faktur
Kode Pelanggan
Nama Pelanggan
Nama Barang
Kode Barang
Tanggal
Pelunasan
Jml
Harga
Total
Total Faktur
F101
P002
Ir. Anjani
B001
Kulkas JVC
06/10/07
20/10/07
3
1.500.000
4.500.000
9.500.000
F101
P002
Ir. Anjani
B002
TV Sony
06/10/07
20/10/07
5
1.000.000
4.500.000
9.500.000
F106
P004
Ir. Adi Susanto
B001
Kulkas JVC
08/10/07
22/10/07
4
1.500.000
5.000.000
10.000.000
F106
P004
Ir. Adi Susanto
B004
TV Sharp
08/10/07
22/10/07
5
800.000
4.000.000
10.000.000


Bentuk Normal Kedua
Suatu tabel berada dalam bentuk normal kedua jika :
  • Tabel berada dalam bentuk normal pertama
  • Semua kolom bukan-kunci-primer tergantung sepenuhnya terhadap kunci primer.
Tergantung sepenuhnya jika suatu kolom selalu bernilai sama untuk nilai kunci primer yang sama.
Bentuk Normal Kedua dari kasus mengenai faktur penjualan barang, adalah sebagai berikut :
Tabel Barang
Kode_Barang(*)
Nama_Barang
B001 Kulkas JVC
B002 TV Sony
B004 TV Sharp
Tabel Pelanggan
Kode_Pelaggan(*)
Nama_Pelanggan
P002 Ir. Anjani
P004 Ir. Adi Sumanto
Tabel Faktur
Nomor Faktur(*)
Kode Pelanggan(**)
Tanggal
Pelunasan
Jml
Harga
Total Faktur
F101 P001
06/10/07
20/10/07
3
1.500.000
9.500.000
F101 P001
06/10/07
20/10/07
5
1.000.000
9.500.000
F106 P004
08/10/07
22/10/07
4
1.500.000
10.000.000
F106 P004
08/10/07
22/10/07
5
800.000
10.000.000
Keterangan :
*: kunci Primer dari tabel
**:kunci tamu/foreign key

Bentuk Normal Ketiga
Suatu tabel dikatakan dalam bentuk normal ketiga, apabila :
ü  Berada dalam bentuk normal kedua,
ü  Setiap kolom bukan kunci primer yang tidak memiliki ketergantungan secara transitif terhadap kunci primer
Bentuk Normal Ketiga dari kasus mengenai faktur penjualan barang, adalah sebagai berikut :
Tabel Barang
Kode_Barang(*)
Nama_Barang
B001 Kulkas JVC
B002 TV Sony
B004 TV Sharp
Tabel Pelanggan
Kode_Pelaggan(*)
Nama_Pelanggan
P002 Ir. Anjani
P004 Ir. Adi Sumanto
Tabel Faktur
Nomor Faktur(*)
Kode Pelanggan(**)
Tanggal
Pelunasan
Total Faktur
F101 P001 06/10/07 20/10/07 9.500.000
F101 P001 06/10/07 20/10/07 9.500.000
F106 P004 08/10/07 22/10/07 10.000.000
F106 P004 08/10/07 22/10/07 10.000.000
Tabel Item Faktur
Nomor Faktur(*)
Kode Barang(**)
Jml
Harga
F101 B001 3 1.500.000
F101 B002 5 1.000.000
F106 B001 4 1.500.000
F106 B004 5    800.000


Keterangan :
*:kunci Primer dari tabel
**:kunci tamu/foreign keyilmu92.blogspot.com

Jumat, 15 April 2011

contoh konversi C++ to JAVA

akhir-akhir ini sering sekali ketika praktikum kita menggunakan program jeliot. nah kita juga masih awam bagaimana cara konversi program c++ ke jeliot??
secara garis besar konversi c++ ke jeliot itu mirip dengan ketika kita pertama kali kita belajar c ++

langkah 1 : kita mulai membuat program dasar seperti program untuk menghitung penjumlahan a dan b
c++ :

int main(){
int a, b, hasil; 
 cout<<"masukkan nilai a :";
cin>>a;
cout<<"masukkan nilai b";
cin>>b;
hasil = a+b; 
cout<<"hasil penjumlahan a dan b adalah "<<hasil;

 return o;
}

langkah ke 2 :kita pahami aja perubahan dari bahasa c++ ke java.
misal cout<<"masukkan nilai a :"; menjadi System.out.print("masukkan nilai a :");
cin>>a; menjadi  a=Input.readInt();
setelah itu kita rubah saja semua program diatas dengan konversi javanya


int a, b, hasil; 
 System.out.print("masukkan nilai a :");
a=Input.readInt();
 System.out.print("masukkan nilai b :");
b=Input.readInt();

hasil = a+b;
System.out.println(hasil);


langkah ke 3 :
dari program diatas kita coba kembangkan ke fungsi-fungsi.

mungkin ini sekilas sharing yang bisa saya tulis.. selamat mencoba

WIFI dengan modem (windows 7)

Anda hobi kumpul bareng teman-teman Anda di kafe untuk akses Wi-Fi gratis? Kalau di rumah Anda punya jaringan internet kabel atau kalaupun Anda punya modem CDMA / GSM, kenapa tidak miliki Wi-Fi pribadi saja di rumah? Bisa sharing internet dengan keluarga atau teman tanpa perlu memiliki perangkat tambahan. Cukup bermodalkan sistem operasi Windows 7 di komputer ataupun laptop Anda yang sudah dilengkapi dengan Wireless Adapter. Nah, ingin tau caranya? Yuk intip tips berikut ini.
Kalau dulu kita harus punya Wireless router untuk bisa memasang jaringan Wi-Fi, kini Windows 7 saja sudah cukup mumpuni untuk melakukannya. Dengan fitur Microsoft Virtual Wi-Fi Miniport Adapter yang dibundel bersama sistem operasi Windows 7, Anda akan dengan mudahnya membuat jaringan virtual Wi-Fi. Nah, untuk memudahkan settingan membuat Wi-Fi pribadi ini, kita akan menggunakan aplikasi Connectifity.
Connectifity sendiri merupakan aplikasi sederhana yang menggantikan fungsi Wireless router. Dengan aplikasi ini, Anda bisa sharing koneksi internet Anda baik menggunakan jaringan LAN, modem GSM / CDMA atau bahkan jaringan Wi-Fi lainnya. Cukup aktifkan aplikasi Connectifity ini, selanjutnya teman atau kerabat Anda akan dapat konek langsung ke jaringan Wi-Fi Anda seperti terhubung dengan jaringan Wi-Fi pada umumnya. Agar lebih aman, Anda bisa memasang password yang sudah dienkripsi dengan WPA2. Pada saat tulisan ini diterbitkan, aplikasi Connectifity yang akan digunakan berikut adalah Connnectifity versi 2.2.0
Silahkan download terlebih dahulu aplikasi Connectifity di sini.
Selanjutnya kita akan coba menginstal aplikasi Connectifity ini di komputer ataupun laptop Anda yang sudah menggunakan sistem operasi Windows 7. Klik langsung pada aplikasi Connectifity yang sudah kita download tadi, lalu akan muncul Window installer seperti ini. Anda harus mengklik tombol ‘I Agree’ untuk melanjutkan instalasi.
Cara Mudah Membuat Jaringan Wi Fi dengan Windows 7 Image
Di bagian ini, Anda boleh centang bagian Install RealPlayer kalau ingin menginstall aplikasi player multimedia tersebut, tapi kalaupun tidak, jangan mencentang bagian itu. Untuk melanjutkan instalasi, klik ‘Install’.
Cara Mudah Membuat Jaringan Wi Fi dengan Windows 7 Image
Tunggu beberapa menit untuk menyelesaikan proses instalasi.
Cara Mudah Membuat Jaringan Wi Fi dengan Windows 7 Image
Cara Mudah Membuat Jaringan Wi Fi dengan Windows 7 Image
Jika muncul notifikasi ‘Would you like to install this device software?’ jangan ragu untuk mengklik ‘Install’.
Cara Mudah Membuat Jaringan Wi Fi dengan Windows 7 Image
Klik ‘Finish’ untuk menyelesaikan instalasi Connectifity. Untuk melanjutkan konfigurasi jaringan Wi-Fi pastikan Anda telah mencentang ‘Run Connectifity’ sebelum mengklik ‘Finish’.
Selanjutnya akan muncul jendela Welcome Screen seperti di bawah ini. Jangan lupa untuk mengklik tombol ‘Next’.
Cara Mudah Membuat Jaringan Wi Fi dengan Windows 7 Image
Nah, untuk mengkonfigurasi jaringan virtual Wi-Fi Anda, pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengetikkan Network Name atau nama dari jaringan Wi-Fi Anda nantinya. Bagian ini tidak boleh kosong dan harus diisi dengan huruf tidak lebih dari 32 karakter.
Cara Mudah Membuat Jaringan Wi Fi dengan Windows 7 Image
Agar jaringan Wi-Fi Anda tidak sembarangan diakses oleh orang yang tidak dikenal, jangan lupa untuk mengisi bagian password, sehingga nantinya jaringan Wi-Fi pribadi Anda ini hanya bisa diakses oleh orang yang sudah Anda beri aksesnya. Dianjurkan password diisi dengan 8 sampai 63 karakter agar tidak mudah ditebak.
Cara Mudah Membuat Jaringan Wi Fi dengan Windows 7 Image
Selanjutnya kita akan masuk ke bagian pemilihan Shared Connection. Di bagian ini, Anda bisa memilih apakah jaringan yang ingin Anda share sebagai jaringan virtual Anda asalnya dari LAN, modem GSM / CDMA (di bagian screenshot tidak muncul pilihan, tapi kalau Anda sudah terhubung dengan modem maka akan muncul di sini), atau jaringan Wi-Fi milik orang lain. Kalaupun Anda hanya ingin bermain game LAN, tapi tidak punya jaringan LAN, Anda bisa memilih No Internet Sharing, sehingga Anda tidak share jaringan Wi-Fi melainkan membuat LAN virtual. Rekomendasi pilihan Shared Connection tergantung dari jaringan yang konek dengan komputer ataupun laptop Anda. Sebagai contoh : misalnya Anda terhubung dengan jaringan LAN, maka pilihlah Local Area Connection.
Cara Mudah Membuat Jaringan Wi Fi dengan Windows 7 Image
Sedikit tips untuk Anda yang sedang berada di tempat umum seperti kafe, bila Anda hanya boleh konek Wi-Fi dengan batasan 1 login per orang, maka gunakan saja aplikasi ini cukup 1 orang saja yang terkoneksi dengan jaringan Wi-Fi kafe tersebut, lalu share dengan teman-teman Anda menggunakan aplikasi ini.
Bila konfigurasi sudah selesai maka akan muncul seperti ini.
Cara Mudah Membuat Jaringan Wi Fi dengan Windows 7 Image
Nantinya akan muncul icon baru di bagian taskbar Anda, silahkan klik kanan pada icon tersebut, pilih Options lalu pilih ‘Always Show A-Hoc Mode’ untuk memunculkan mode Ad-Hoc. kalau sudah akan muncul seperti ini.
Cara Mudah Membuat Jaringan Wi Fi dengan Windows 7 Image
Nah, klik satu kali lagi di icon Connectifity, untuk memunculkan jendela status jaringan Wi-Fi pribadi Anda.
Cara Mudah Membuat Jaringan Wi Fi dengan Windows 7 Image
Screenshot di bawah ini diambil langsung dari website Connectifity, sebagai keterangan tambahan dari jendela status ini.
Cara Mudah Membuat Jaringan Wi Fi dengan Windows 7 Image
Selamat, sekarang Anda sudah bisa punya jaringan virtual Wi-Fi pribadi, jangan lupa untuk sharing dengan keluarga Anda di rumah atau teman-teman Anda ketika berada di luar rumah. Hmm, sungguh menyenangkan bukan memiliki Wi-Fi milik sendiri?
sumber: http://blog.fastncheap.com